Sunday, January 6, 2008

RESTU

Yang abadi itu katamu ialah kejujuran
Sesuatu yang rahsia tidak lagi tersembunyi
Kerna kejujuran akan mengetuk pintu hati
Hingga kita bebas melontar suara
Emosi atau nafsu mengajar kita
Waspada... Waspada…

Walau tubuh melakonkan gerak terpilih
Kerap juga mencipta kerna terpaksa
Kecuali yang awal telah tergaris
Dan kita memasuki lorong ke lorong
Menjengah jendela dan pintu
Kerap menemukan warna mimpi di mata hati

Sejenak mengenang tentang kejujuran
Selalu kita genggam dalam diri
Aku membawanya seperti kau
Lalu kita menemukan titik cahaya
Yang sukar ditafsirkan
Kecuali setitik bahagia
Kalau kita berjaya, inilah restu-Nya...



Prof Dr Siti Zainon Ismail